Sabtu, 21 Oktober 2017
Home Kegiatan Artikel & MAkalah Forum Galeri Alumni Guestbook
 

 

 
Untitled Document
Untitled Document
ABSTRAK

Penelitian ini mengkaji tentang tinjauan hukum mengenai perlindungan hukum atas data pribadi nasabah dalam penyelenggaraan layanan internet banking dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan. Pemanfaatan teknologi informasi terdapat pula dalam bidang perbankan. Ketidakmampuan bank dalam mengantisipasi pemanfaatan teknologi berupa layanan internet banking dari segi hukum menyebabkan aspek perlindungan hukum menjadi tidak terperhatikan, tidak terkecuali dalam perlindungan atas data pribadi nasabah. Perkembangan yang terjadi saat ini memperlihatkan kecenderungan bahwa tidak adanya perlindungan yang seimbang di antara para pihak terkait dalam pemanfaatan layanan internet banking serta adanya kekhawatiran penyalahgunaan data atas komunikasi online tersebut. Permasalahannya adalah bagaimana Undang-Undang Perbankan mengatur sistem internet banking sebagai salah satu layanan perbankan yang merupakan wujud perkembangan teknologi informasi, kendala-kendala apa yang mungkin muncul dalam penyelenggaraan layanan internet banking, dan tindakan hukum apa yang dapat dilakukan oleh para pihak dalam layanan internet banking mengenai perlindungan atas data pribadi nasabah sebagai wujud pelaksanaan rahasia bank

Penelitian yang dilakukan penulis bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan yuridis normatif. Data yang dihasilkan dianalisis secara yuridis kualitatif sehingga hirarki peraturan perundang-undangan dapat diperhatikan serta dapat menjamin kepastian hukum.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa Undang-Undang Perbankan belum secara sepenuhnya mampu mengatur sistem internet banking sebagai salah satu layanan perbankan yang merupakan wujud perkembangan teknologi informasi. Munculnya berbagai kendala seperti aspek teknologi, pihak ketiga dan aspek hukum menjadi faktor penghambat perkembangan internet banking di Indonesia. Nasabah sebagai pihak terkait dapat mengajukan tuntutan melalui proses litigasi di pengadilan perdata apabila ia merasa dirugikan. Salah satu upaya untuk mengantisipasi penyalahgunaan data pribadi nasabah, pihak bank menempuh tindakan hukum baik yang bersifat preventif seperti kebijakan internal maupun represif seperti pemblokiran rekening yang data nasabahnya disalahgunakan oleh pihak lain.


ABSTRACT

The research is about law consideration of law protection forward personal data of customer in implementing internet banking service connected to Law Number 10/1998 regarding the change of Law Number 7/1992 about banking. The use of information technology is also found in the field of banking. The banking disability in anticipating the use of technology in the form of internet banking service, from the law side it causes law protection aspect become unprotected, included protection forward personal data of customer. The recent development shows tendency that there is no balance protection among connected parties in the use of internet banking service and also there is anxiety data misuse of the online communication. The problems are how the banking regulation regulate internet banking system as one of the banking service in the form of information technology development, the obstacles that probably appear in internet banking service, and law action that can be done by connected parties in internet banking service about protection forward personal data of customer as implementation of bank secret.

The method used in the research is analytical descriptive with juridical normative and empirical approach. The result data are analyzed juridical qualitatively so that regulation hierarchy can be observed and also guarantee law certainty.

According to the research result, can be known that banking regulation have not fully been able to regulate internet banking system as one of the banking service in the form of information technology development. The appearance of many obstacles such as technology aspect, the third party, and law aspect become inhibiting factor of internet banking development in Indonesia. The customer as connected party can demand by litigasi process in the civil court if he/she suffers a financial loss. One of the efforts to anticipate customer personal data misuse, the bank follows a preventive law action like internal policy and also repressive law action like blockading of bank account whose data are misused by other side.

Back