Sabtu, 21 Oktober 2017
Home Kegiatan Artikel & MAkalah Forum Galeri Alumni Guestbook
 

 

 
Untitled Document
Untitled Document
ABSTRAK

Oleh

Hetty Hassanah

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melahirkan berbagai dampak baik dampak positif maupun dampak yang negatif. Salah satu hasil perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini antara lain adalah teknologi dunia maya yang dikenal dengan istilah internet. Melalui internet seseorang dapat melakukan berbagai macam kegiatan tidak hanya terbatas pada lingkup lokal atau nasional tetapi juga secara global bahkan internasional, antara lain kegiatan bisnis perdagangan melalui internet yang dikenal dengan istilah Electronic Commerce. Dalam kegiatan tersebut tidak menutup kemungkinan muncul perbuatan melawan hukum. Dengan demikian perlu ditelaah bentuk-bentuk perbuatan melawan hukum pada transaksi jual beli secara elektronik ini. Selain itu perlu diketahui pula kendala-kendala dalam mengatasi perbuatan melawan hukum pada transaksi jual beli secara elektronik serta tindakan hukum yang dapat dilakukan terhadap pelaku perbuatan melawan hukum pada transasksi jual beli secara elektronik.

Untuk mencapai tujuan diatas, maka Penulis melakukan penelitian yang bersifat deskriptif analitis dengan menggunakan metode pendekatan secara yuridis normatif. Data hasil penelitian dianalisis secara kualitatif yuridis, dimana peraturan perundang-undangan yang satu tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan lainnya, serta memperhatikan hierarki peraturan perundang-undangan , dan kepastian hukum.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Perbuatan melawan hukum yang mungkin muncul dalam transaksi jual beli secara elektronik dapat berupa perbuatan-perbuatan penjual atau pembeli yang menimbulkan kerugian terhadap pihak lainnya. Sementara itu, kendala-kendala yang dapat timbul dalam mengatasi perbuatan melawan hukum pada transaksi jual beli secara elektronik antara lain pilihan hukum (choise of law) dalam rangka penyelesaian sengketa yang timbul, proses pembuktian adanya suatu perbuatan melawan hukum agak sulit untuk dilakukan, minimnya pengetahuan dan keahlian pihak-pihak yang berwenang menyelesaikan sengketa yang terjadi dalam dunia maya, khususnya transaksi jual beli secara elektronik, belum adanya peraturan perundang-undangan yang secara khusus mengatur tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan di dunia maya, termasuk transaksi jual beli secara elektronik, sulitnya pelaksaan putusan dari suatu proses penyelesaian sengketa atas perbuatan melawan hukum dalam transaksi jual beli secara elektronik ini, karena walaupun sengketa yang ada dapat diselesaikan baik secara litigasi maupun secara non litigasi, namun pelaksanaan putusannya terkadang membutuhkan daya paksa dari pihak berwenang, dalam hal ini lembaga peradilan yang mengadili kasus tersebut, sementara para pihak yang bersengketa mungkin berada dalam wilayah yang berbeda. Tindakan hukum yang dapat dilakukan oleh pihak yang berkepentiangan atas terjadinya perbuatan melawan hukum yang telah dilakukan oleh pihak lain sehingga menimbulkan kerugian, yaitu menyelesaikan sengketa tersebut baik secara litigasi atau pengajuan surat gugatan melalui lembaga peradilan yang berwenang sesuai ketentuan hukum acara perdata yang berlaku di Indonesia, dalam hal ini prosesnya diawali dengan mediasi dan apabila tidak tercapai kesepakatan maka dilanjutkan pada gugatan perdata atau berdasarkan hukum acara yang dipilih oleh para pihak, maupun secara non litigasi atau di luar pengadilan, antara lain melalui cara adaptasi, negosiasi, mediasi, konsiliasi serta arbitrase sesuai ketentuan yang berlaku.

Back